foto ILUSTRASI

METRO CIKARANG – Maraknya aktivitas galian C di Kabupaten Bekasi, kembali jadi amuk-amukan warga. 

Kali ini, lokasi galian pasir sedot di Desa Wibawamulya Rt 04/14 Kecamatan Cibarusah, didemo emak-emak viral di media sosial (medos). Dalam video tersebut ibu-ibu meminta galian pasir sedot tersebut ditutup karena dinilai menjadi biang kerok air di wilayahnya berkurang.

“Sejak adanya galian pasir tersebut air jadi berkurang. Dan jalan makin rusak, kalau jalan rusak transportasi juga susah, itu keluhan utamanya,” tegas Jumanah dalam video tersebut.

Sebelumnya juga sudah ada musyawarah dengan pengembang namun tidak ditanggapi.

“Nah setelah musyawarah lumayan banyak orang tapi tidak ditanggapi sama yang punya peranan. Ini tanah punya H. Arman tapi yang punya alat H. Ubis,” ungkap salah satu ibu-ibu yang melakuakan aksi demo.

Penanggungjawab (Pj) Kepala Desa Wibawamulya Ganda Sasmita membenarkan adanya aksi sekompok ibu-ibu menolak galian C.  Kata dia, sebelum datang ke lokasi para warga juga melalui perwakilan sudah datang ke kantor desa pada tanggal (27/8) lalu. 

Bahkan dirinya sudah melaporkan ke Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi melalui Camat Cibarusah Kurnaefi agar bisa segera ditindak.

“Kita juga tidak ada kewenangan untuk memanggil pengusaha galian karena kan itu kewanangan Provinsi. Makanya kita melaporkan sesuai dengan struktur organisasi dari desa ke kecamatan dari kecamatan mungkin ke dinas terkait,” jelas Ganda.

Laporan surat yang dikirim per tanggal 28 Agustus 2020 lalu dilanjutkan pihak kecamatan, kata dia, pihak Satpol PP pun sudah turun ke lokasi dengan memanggil pengelola galian pada Kamis (3/9) lalu.

“Nah, Sabtunya dipanggil ke bagian penyidik Satpol PP namun pihak pengusaha galian tidak datang. Makanya besok (Senin,red) mau dipanggil lagi. Kalau misalnya tidak datang, Satpol PP akan melaporkan ke tingkat provinsi,” jelas dia.

(mil/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here