METRO CIKARANG – Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, Nugraha Hamdan, harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Usut punya usut, Nugraha diduga melakukan penggelapan dan penipuan sehijgga dilaporkan kadernya ke Polres Metro Bekasi, Sabtu (31/10). Hal itu sesuai surat laporan bernomor: LP/1147/801-SPKT/K/X/2020/ Restro Bekasi.

Kader Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Nurhuda menuturkan bahwa laporan dugaan penipuan dan penggelapan diserahkan pada Sabtu (30/10).

“Jadi laporan ini karena beliau tidak ada etika baik makannya saya melaporkan dalam hal penipuan dan tanda tangan palsu Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto,” kata dia usai membuat laporan.

Menurut Nurhuda, keluarnya surat pemberhentian keanggotaan anggota DPRD terpilih Repsih Munggawati dan Bhakti Sakti sebagai anggota terpilih DPRD Kabupaten Bekasi tidak diakui DPP Gerindra.

“Kalo diakui berartikan asli, karena unsurnya tidak diketahui maka diduga palsu dan tentu merugikan partai Gerinda. Jadi kredibilitas partai Gerinda dipertaruhkan disini, sebaiknya saya menyarankan partai ini kan menciptakan menjadi pemimpin, kalo ketua partainya Kabupaten Bekasi seperti ini suka memberi rayuan dan gombalan ada unsur penipuan bagaimana pemimpin dilahirkan,” tegas dia.

Nurhuda mengaku laporannya telah diterima polisi dengan alat bukti kuat seperti bukti transfer, surat keterangan mahkamah partai berikut jawabannya dan surat pemberhentian anggota.

“Jujur saya sudah merasa mengelurkan uang kurang lebih Rp 350 juta kepada ketua DPC Gerindra. Ya namanya usaha kalo dia benar sih gak jadi masalah tapi ini ada usur penipuan dibohongin. Sebenarnya saya jadi dewan berdua sama istrinya, berarti istrinya dan saya di bohongin persoalan tidak terjadi PAW belum lama ini,” jelas dia.

Nurhuda pun memastikan bawa alat bukti yang dimiliki nilainya cukup untuk melanjutkan kasus ini ke ranah pidana dan akan ditindaklanjuti kepolisian. Kata dia saat ini tinggal menunggu prosesnya dan akan memberitahukan laporan ini ke DPP Gerindra.

“Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bekasi Nugraha Hamdan sudah jelas adanya unsur-unsur dugaan pengelapan dengan adanya alat bukti transfer, wawancara Whatsapp, keterangan DPP, bukti transfer Rp 150 juta dan juga ada yang non tunai pun kurang lebih hampir Rp 200 juta. Tinggal kami menunggu, ini kan udah masuk ranah pidana tinggal bagaimana polisi mengatur atau pemanggilan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Nugraha Hamdan mengatakan dirinya telah menerima dan siap melawan balik dugaan lapotan Murhuda kepada dirinya atas dugaan penipuan dan penggelapan tersebut.

“Kalau dia melakukan mekanisme partai tempuhlah mekanisme partai yaudah serahkan mekanisme partai. Kalau dia mau minta balikin uangnya gua balikin,” ucap dia.

Nugraha menuding ada orang yang dibelakang Nurguda agar dirinya diganti dari jabatan ketua partai tersebut

“Gak usah repot-repot tinggal datang ke Tebet, Jakarta. Ayuk kita diskusikan pergantian ketua, kalau saya mundur saya juga siap mundur jangan bikin kekisruhan terus menerus,” tuturnya.

Nugraha heran dengan tindakan Nurhuda yang sudah laporkan ke DPP Gerindra masih berlanjut ke ranah hukum.

“Aneh gitu dia laporan ke DPP Partai Gerindra maka secara aturan kan sudah menyerahkan aturan ke partai. Nah sekarang dilaporkan ke pihak berwajib, kalau begitu saya akan bicara ke DPP cabut aja keanggotaannya dia (Nurhuda) itu karena dia tidak percaya sama partai,” tandasnya.

(Haripan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here