METRO CIKARANG – Upaya meningkatkan kader pembangunan manusi (KPM) dalam pencegahan stunting di Kabupaten Bekasi, terus digulirkan.

Teranyar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, helat kegiatan peran kesejahteraan keluarga dalam pembangunan dengan tema “Melalui Pelatihan Kader Pembangunan Manusia dalam Penggunan Aplikasi e-HDW”. Kegiatan berpusat di Hotel Pramebiz selama empat hari itu diikuti 180 kader KPM.

Kepala DPMD Bekasi, Ida Farida berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan KPM dalam rangka melaksanakan kegiatan peran kesejahteraan keluarga dalam pembangunan tingkat Kabupaten Bekasi. 

Di mana, laporan hasil pemetaan dan penanganan pengentasan dan pencegahan stunting yang dilakukan KPM, nantinya akan diinput dalam satu sistem informasi berbasis digital yang dikenal dengan e-HDW (Aplikasi Human Development Worker) yang terkoneksi dan terintegrasi dengan pemerintah pusat dalam memantau kondisi dan penanganan stunting di daerah. 

“e- HDW merupakan aplikasi berbasis android sebagai solusi digital yang akan mempermudah KPM dalam melakukan pendataan sasaran rumah tangga, pemantauan kondisi layanan dasar di desa,” kata dia.

Ida melanjutkan, aplikasi digital sebagai portal data tentang pencegahan stunting oleh DPMD untuk memfasilitasi desa dalam mengelola konfergensi pencegahan stunting.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan pada DPMD Mien Aminah menjelaskan,  KPM khusus untuk posyandu, untuk membantu tenaga kesehatan masyarakat.  KPM sendiri mendapatkan  Surat Keputusan (SK) dari kepala desa.

“Dia itu (KPM,red) membantu rembuk stunting, membantu masyarakat tentang stunting. Lalu memberikan penyuluhan kepada bapak-bapaknya yang punya istri lagi hamil, menyusui dan punya balita agar anaknya sehat, jadi si anak gak stunting,” jelasnya.

Selain itu, KPM juga mendata 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) balita dan di masukan ke dalam aplikasi e- HDW. (mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here