METRO CIKARANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Bekasi, serahkan bantuan dua unit mesin penyedot lumpur kepada nelayan di Pantai Muara Bungin dan Pantai Beting di Desa Pantai Jaya, Kecamatan Muaragembong, Senin (14/12).

Kepala DKP Kabupaten Bekasi Agus Triyono mengatakan, mesin sedot lumpur tersebut berfungsi untuk menyedot pasir laut ketika air laut surut agar tidak terjadi pendangkalan.

“Bantuan mesin penyedot lumpur diharapkan bisa mengurangi beban para nelayan di Muara Bungin, agar para nelayan ini bisa mencari ikan dengan maksimal,” kata dia kepada Cikarang Ekspres.

Selain itu, sambung Agus, pihaknya bersama para nelayan Muara Bungin juga menyaksikan bagaimana cara kerja mesin tersebut.

” Alhamdulillah tadi kita sudah bersama para nelayan Muara Bungin menyaksikan cara kerja mesin tersebut, hasilnya maksimal dan mampu menyedot banyak lumpur atau pasir,” tuturnya.

Agus menjelaskan, mesin tersebut masih sistem pinjam pakai. Sementara satu tahun dan tahun kedepan menurut undang-undang aset pemerintah, bahwa pembelian mesin ini sementara waktu dua tahun kedepan masih menjadi milik aset Pemkab Bekasi.

“Jadi dalam anggaran kita di tahun ini pembelian dua mesin ini masih menjadi aset Pemkab Bekasi. Jadi pemakaian pinjam pakainya oleh kelompok nanti diikuti dengan turunan perjanjian antara kepala dinas dan ketua kelompok,” bebernya.

Dalam perjanjian itu, tambah Agus, Pemkab Bekasi meminjampakaikan mesin tersebut kepada ketua kelompok untuk dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan dan tujuannya untuk menyedot Muara Bungin yang tertutup pasir.

“Jadi itu tujuan utamanya. Makanya hari ini dan seterusnya digunakan oleh kelompok dengan tanggungjawab. Kalau hilang itu kelompok akan kami tuntut untuk mengembalikan sesuai dengan yang aslinya, kalau ada kerusakan kecil ditanggung kelompok. Sedangkan solar operasional ditanggung kelompok tapi kalau ada macet-macet dikit itu resiko kelompok. Dan mereka tidak boleh meminjampakaikan mesin ke pihak lain tanpa persetujuan dari Dinas Perikanan,” jelas dia.

Ketika mesin diperjualbelikan akan berurusan dengan pihak penegak hukum lantaran masih milik Pemkab Bekasi. Namun ketika sudah dua tahun akan menjadi milik kelompok nelayan dengan mengajukan hibah ke bupati Bekasi.

“Ingat ya satu tahun dan dua tahun, itu menjadi milik pemda dulu sesuai dengan ketentuan barang aset yang berlaku menurut undang-undangnya. Tahun kedua baru mengajukan kelompok hibah setelah disetujui oleh bupti maka akan diserahkan kepada kelompok,” tandas dia.

(Jamil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here