METRO CIKARANG – Peringati hari besar Islam 10 Muharram 1442 H diisi kegiatan bakti sosial. Satu di antaranya, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami At-Taqwa, santuni anak yatim dan dhuafa.

Kegiatan berpusat di Kampung Kukun RT 011 RW 06, Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi ini hasil kerjasama dengan sejumlah tokoh masyarakat Ciantra. 

Ketua DKM Jami At-Taqwa Ustadz Burhanuddin Abdullah mengaku bersyukur kegiatan santunan ini berjalan lancar. Ia juta menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak yamg mendukung kegiatan ini.

“Terutama tokoh masyarakat seperti Pak H. Sarya, HM BN Kholik Qhodratulloh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Dr. H. Mulyana dan tokoh muda Ciantra Mulyadi Fernando (bang Bule). Lalu, ibu – ibu majlis dan para jamaah serta simpatisan yang ikut serta mensukseskan pelaksanaan acara ini,” ungkapnya kepada Cikarang Ekspres, kemarin.

Ketua Pelaksana Waman menuturkan, kegiatan yang mengundang sekitar 160 warga Desa Ciantra dari beberapa RT yang merupakan anak yatim benar-benar membutuhkan.

“Selain uang saku, kami juga memberikan bingkisan berupa sembako,” ucapnya.

Sementara itu, HM BN Kholik Qhodratulloh sangat mengapresiasi DKM Masjid Jami At-Taqwa dan tokoh-tokoh masyarakat yang sukses menggelar kegiatan santunan hari itu. 

“Ini adalah momen yang tepat untuk berbagi ditengah pandemi seperti sekarang ini. Karena hari ini tanggal 10 Muharram yang merupakan lebaran anak yatim,” kata politikus Gerindra ini.

Menurut BN Kholik, dalam Islam disunnahkan mengusap atau mengulas kepalanya dengan harapan adanya hubungan keseimbangan dengan anak yatim. 

“Kita peduli dan perhatian kepada mereka, mudah – mudahan timbal baliknya berupa keberkahan kepada kita semua,” ujar dia.

Anggota legislatif yang rencananya bakal dilantik sebagai Ketua DPRD kabupaten Bekasi menggantikan Aria Dwi Nugraha ini berharap kegiatan ini dapat terjaga untuk kedepannya. Karena menurut dia, kemajuan suatu daerah dilihat dari kepedulian lingkungan terhadap kegiatan apapun yang positif disuatu daerah atau wilayah terhadap sesama dan itu merupakan tolak ukur untuk berkembangnya suatu daerah tersebut. 

“Disinilah kelebihan masyarakat Desa Ciantra dilingkungan kami ini di Masjid At-Taqwa. Dari mulai tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat sampai ibu-ibu majlis ta’lim kompak,” bilang dia.

Kholik menambahkan kekompakan inilah yang menjadi dasar untuk bersaing dalam meningkatkan kemajuan apapun itu 

“Semoga kebersamaan dan kekompakan masyarakat dilingkungan kami ini tetap terjaga,” tukasnya.

(Martin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here