METRO CIKARANG – Musim bayar uang kuliah datang, Pandemi covid-19 telah berimbas kepada pendapatan orang tua dan mahasiswa yang bekerja di salah satu perusahaan swasta. Mereka berharap ada kebijakan menunda pembayaran uang kuliah.

Menyaksikan imbas pandemi covid-19, Anggota komisi IV Ahmad Zamroni akan berupaya keras menyalurkan keluhan Mahasiswa Pelita Bangsa kepada Komisi IV dan para unsur Pimpinan DPRD serta pihak kampus.

”Banyak mahasiswa terancam tak bisa bayar uang kuliah, karena ekonomi orang tua mereka belum pulih 100 persen akibat dampak covid-19,” ujar Zamroni.

Zamroni pun berupaya keras mencarikan solusi untuk penundaan atau keringanan biaya kuliah khusus di Universitas Pelita Bangsa.

“Saya dan teman teman komisi IV akan mencoba berkoordinasi dengan pihak kampus pelita bangsa,” ujarnya.

Sementara itu Wenny selaku Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa mengatakan mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bekasi untuk beraudiensi dengan Komisi 4 bidang pendidikan.

“Kami datang ke wakil rakyat dalam rangka sharing, menyampaikan keresahan di kampus pelita bangsa,” kata Wenny.

Dia menjelaskan, mahasiswa di kampus ingin menuntut keringan SPP 30 persen. Menurut dia, berikan hak demokrasi civitas akademik lengkapkan transparasi anggaran dan setiap kebijakan kampus sertakan juga mahasiswa.

“Saat ini kampus belum ada menuruti tuntutan mahasiswa, malah intervensi yang diberikan ke kami setelah melihat pergerakan kami,” tegasnya.

Saat disingung langkah berikutnya, dia menerangkan bakal melakukan aksi dan siap mengajak anggota DPRD untuk bisa melihat langsung kondisi aksi.

“Komisi 4 besok akan datang, kemungkinan besar salah satu Dewan pak Zamroni, berharap semua tuntutan kami diterima kalo bisa malah dilebihkan 50 persen,” tandasnya. (har) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here