Dari Sidak Komisi III DPRD Bekasi ke TPAS Burangkeng

METRO CIKARANG – Masuknya sampah yang diduga berasal Kabupaten Bogor ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng sampai ke telinga DPRD Kabupaten Bekasi. Kamis (2/7) rombongan Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak)  ke TPAS itu.

Rombongan Komisi III ingin memastikan kebenaran isu sampah luar Bekasi yang masuk ke TPAS Burangkeng.  “Kami datang sengaja ke sini, kroscek bahwa isu sampah luar Kabupaten Bekasi masuk TPA,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim.

Kedatangan rombongan Komisi III, disambut Ketua UPTD TPAS Burangkeng,  Maulana. “Dari pengakuan UPTD dan warga, truk berplat F itu milik warga yang mengangkut sampah swasta. Warga itu punya mobil plat F dan E,” kata Mustakim. 

Mustakim menegaskan, sampah luar Bekasi tidak boleh masuk TPAS Burangkeng. Pasalnya TPAS itu satu-satunya milik Kabupaten Bekasi. “Jelas tidak boleh. Kalau ada temuan sampaikan ke kami, kami tembuskan ke Dinas LH,” tegasnya. 

Mustakim juga menjelaskan, truk sampah yang masuk TPAS harus ditimbang. Sebab dari timbangan itu akan masuk retribusi. “Harus ditimbang semua mobil truk yang masuk baik swasta maupun dari pemerintah,” tuturnya. 

Hasil pertemuan itu, DPRD menemukan masih kurangnya sistem pengawasan di UPTD.  DPRD berencana mengecek rekaman CCTV yang ada di UPTD. “Nanti dicek CCTV,” Kata Anggota Komisi III, Helmi. 

Ketua UPTD TPAS Burangkeng, Maulana mengakui pengawasan di TPA Burangkeng masih lemah. Sistem pengawasan masih dengan sistem manual. “Pengawasan mengandalkan staf, mungkin ada. Kalau yang plat F itu milik warga sini armada,” kata dia.

Maulana mengatakan kondisi yang melebihi kapasitas tidak memungkinkan menerima sampah. “Kekuatan daya tampung itu sekitar dua tahun,” tuturnya.

(dim/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here