Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini

METRO CIKARANG – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi Ani Rukmini memastikan tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) 2020 yang diikuti 16 desa di Kabupaten Bekasi belum ada penundaan.

Meski sebelumnya ada pemberitaan di awak media  bahwa Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Tito Karnavian memutuskan untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di seluruh Indonesia lantaran Pandemi Virus Korona (Covid-19).

” Awal-awal Covid -19 sempet ada penundaan, kemudian diskusi lagi, kemudian disepakati dengan patokan pilkada 9 Desember walaupun kita tidak ada Pilkada. Jadi tanggal 13 Desember,” Kata Ani kepada awak media, Selasa (29/9).

Hingga kini, belum ada surat resmi dari  Mendagri soal penundaan Pilkades di Kabupaten Bekasi. Meski demikian, Pemerintah Desa (Pemdes) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, juga tidak bisa memastikan bawa tanggal 13 Desember bakal di gelar. 

” Pemdes juga akan bersurat ke pusat dan tetap berkoordinasi. Jadi jangan kaya di Ciamis, di batalkan pada H-1 tidak di laksanakan. Kan repot,” katanya.

Ani berharap, di bulan Oktober sudah ada kejelasan. Bahkan kita juga sudah mempertimbangkan soal protokol kesehatan. 

” Makanya kan penyelengaraan Pilkades juga di bikin tidak lagi persatu TPS, tapikan per dusun, dan per dusun perkiraan 1000 orang dan rencananya untuk 1000 orang akan di bikin lima bilik, kurang lebih per bilik 200 orang dan itupun jamnya akan di atur lagi,” jelasnya.

Selain itu, sambung Ani, untuk anggaran sudah ada tambahan sekitar 4 miliar lebih.

” Asumsinya ada penambahan bilik suara dan penambahan sumber daya manusia (SDM),” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Ida Farida belum bisa memastikan akankah Pilkades di Kabupaten Bekasi ditunda atau tidak.

” Belum ada penjelasan resmi pak, belum bisa jawab masih menunggu pusat,” Kata Ida melalui pesan wahtshapnya saat di konfirmasi awak medi.

Meski demikian pihaknya selalu berkoordinasi dengan pusat. ” Saya selalu menunggu surat resmi sambil koordinasi ke pusat,” kata Ida.

(mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here