RAPAT: Desa Wibawa Mulya, Kecamatan Cibarusah lakukan Musrenbang Desa 2022 secara virtual, Sabtu (9/1) beberapa hari yang lalu. foto: ALMU JAMIL/CIKARANG EKSPES

METRO CIKARANG – Desa Wibawa Mulya, Kecamatan Cibarusah di tahun 2021 berencana akan memprioritaskan program kerja atau usulan-usulan tahun 2018 yang tidak di jalankan pada tahun 2020 akibat pandemi virus korona atau Covid-19.

” Kita sepakat di tahun ini (2021,red) akan memprioritaskan usulan dua tahun lalu yang tidak terlaksanakan di tahun 2020. salah satunya memebeli mobil ambulance. Setelah itu baru nanti usulan-usulan warga masyarakat yang sangat urgen,” kata Ganda kepada awak media.

Selain itu, Desa Wibawa Mulya akan memperpanjang program pemerintah pusat terkait perpanjangan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Dimana, di peraturan Kementrian Dalam Negri (Kemendagri), peraturan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes), bahwa tetap untuk anggaran desa itu prioritas Bantuan Langsung Tunai (BLT).

” Iya kita juga harus memprioritaskan itu dulu (Perpanjangan BLT DD, red) dan untuk BLT ini benar-benar untuk warga yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Ida Farida mengatakan, dalam penggunan Dana Desa (DD) tahun 2021 ada skala prioritas, seperti pemulihan perekonomian desa dan pembangunan sektor prioritas.

Pemulihan perekonomian desa seperti program padat karya tunai, jaring pengaman sosial berupa BLT, program pengembangan potensi desa, produk unggulan desa, kawasan pedesaan melaluli peningkatan peran BUMDes.

Selanjutnya pengembangan sektor prioritas, seperti pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui pengembangan desa digital, program ketahan pangan dan ketahanan hewani sesuai dengan karakteristik desa melalui pengembangan usaha budidaya pertanian.

Lalu, pengembangan pariwisata melalui pembangunan desa dan pengembangan desa wisata, peningkatan infrastruktur dan konektivitas melalui pengembangan infrastruktur desa pelaksanaannya diprioritaskan dengan padat karya tunai, program kesehatan nasional melalui perbaikan fasilitas poskesdes dan polindes, pencegahan penyakit menular, peningkatan gizi masyarakat dan penularan stunting di desa.

 “ Jadi ada prioritas yang terus di godok, intinya BLT ini tetap ada, Nominalnya belum fix,” Kata Ida kepada Cikarang Ekspres, Senin (28/12).

Sebelumnya, kata ida, BLT DD di Bulan April, Mei dan Juni sebesar Rp 600 ribu  per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian ada perpanjangan hingga Desember, nominlnya Rp 300 ribu per KPM.

“ untuk tahun depan ini besarannya belum fix, tapi di bawah 300 ribu,” ujarnya.

Ida menambahkan, yang mengatur besaran nominal BLT tahun depan Kementrian Keuangan. Untuk tekhnisnya ada regulasi dari Kementrian Desa (Kemendes).

“ Jadi sekarang lagi di ramu berapa besaran BLT nya,” imbuhnya.

Kemudian, sambungnya, kalau tahun 2020 ada kuota beberapa persen dari DD untuk penyaluran BLT. Namun untuk tahun 2021 tidak ada, tapi tetap harus ada penyaluran BLT DD.

“ harus ada BLT, karena kementrian sosial juga memperpanjang bantuan sosial tunai (BST),” jelasnya.

Selain itu, program padat karya dan program pemberdayaan. Dari semua program itu di tuangkan dalam proses Musyawarah Desa (Musdes).

(mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here