METRO CIKARANG-Perekonomian di perdesaan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Badan Usuha Milik Desa (BUMDes) Burangkeng bakal merevitalisasi strategi pemasaran dengan menggunakan teknologi digital.

Direktur BUMDes Burangkeng, Carsa Hamdani mengatakan di tahun 2021 mendatang akan melakukan digitalisasi bisnis. Nanti produk kerajinan dan jasa masyarakat Burangkeng dapat dipasarkan dalam program digitalisasi BUMDes.

“Nanti kita (BUMDes) akan membuat sebuah aplikasi, dimana itu terdapat berbagai produk masyarakat bekerjasama dengan BUMDes dipasarkan melalau aplikasi itu. Semacam Shopee atau Lazada,”kata dia.

 Carsa menilai aplikasi itu dapat berjalan efektif pada tahun mendatang. Saat ini pihaknya tengah merancang dan menjalin komunikasi agar aplikasi itu dapat digunakan dengan baik.

“Kita sudah bangun komunikasi untuk pembuatan aplikasi itu dan juga memberitahukan ke Kepala Desa untuk rencana itu. Tahun depan insya Allah sudah bisa dilaksanakan,”tuturnya.

Ia mengaku sudah memantau aktivitas masyarakat. Banyak potensi warga yang dapat dikembangkan,”Jadi misalnya warga ada kerajinan tangan membuat furniture atau kerajinan lainnya akan masuk di aplikasi itu, begitu juga jasa,”tuturnya.

Carsa yakin dengan digitalisasi BUMDes ini dapat memulihkan ekonomi kerakyatan namun ia menjelaskan hal ini harus mendapatkan dukungan dari masyarakat.

“Tentu kuncinya dukungan dari masyarakat sendiri. Pandemi mengajarkan kita tidak boleh stagnan di penjualan offline, karena itu BUMDes harus go online,”paparnya.

Saat ini dikatakan Carsa, BUMDes Burangkeng menjajakan produk air mineral,jasa angkut sampah  dan pengolahan limbah daur ulang sebagai bidang usaha, kedepan berbagai ekspansi usaha akan terus dilakukan.

“Tahun ini kita sedang menyusun kerangka dan pondasi BUMDes, dan perlahan harus maju. Sumber daya manusia juga kita terus genjot, pengurus BUMDes harus yang mempunyai jiwa entrepreneur dan sosial yang tinggi,”paparnya.

(dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here