Suporter Menyayangkan Askab PSSI Beli Bus

METRO CIKARANG – Alokasi dana yang diterima Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Bekasi dari Pemkab melalui KONI  menuai kritikan suporter.

Pasalnya, alokasi dana yang seharusnya untuk berbagai turnamen, pembinaan dan pembibitan, justru digunakan membeli Bus.

“Saya menyangkan anggaran hibah yang diterima Askab PSSI Bekasi digunakan membeli Bus. Sebaiknya anggaran tersebut lebih bijak digunakan untuk kebutuhan pembinaan, Karena Pembinaan adalah lebih utama,” Kata Ketua Suporter Persatuan Sepakbola Kabupaten Bekasi (Persikasi) Fans, Irfan Aples kepada pers, Senin (12/10/2020).

Menurut Aples mengatakan,  sempat memprotes pembelian bus tersebut kepada Sekjen Askab PSSI Kabupaten Bekasi, karena menurut Aples, anggaran Hibah sebaiknya digunakan untuk progam pembinaan. Tetapi Sekjen Askab PSSI Kabupaten Bekasi menjawabnya dengan enteng bahwa pembelian Bus ini seegaknya sedikit meringankan buget Askab ketika akan hendak bertanding keluar. Lanjutnya kepadanya, Sekjen Askab PSSI Bekasi mengatakan pembinaan tetap berjalan menggunakan dana mandiri.“Harusnya, dana digunakan mencari bibit-bibit terbaik di Kabupaten Bekasi disetiap wilayah,” ujar Aples mengometari jawaban Sekjen Askab.

Aples berharap kepada Askab PSSI Bekasi kedepan, sebaiknya setiap keputusan harusnya lebih bijak lagi, dengan anggaran yang digunakan lebih mempertimbangkan kebutuhan pokok daripada sekuder

“Apalagi tahun depan Kabupaten Bekasi melaksanakan Porda, atlit atau pemain sudah dipersiapkan sejak dini,”  ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Bekasi, berperan untuk mengembangkan dan memajukan sepak bola secara konsisten dan berkelanjutan.

Nah, untuk mencapai tujuannya tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menguncurkan dana hinah lewat KONI. Alokasi pendanaan tentu untuk berbagai turnamen, pembinaan dan pembibitan sehingga prestasi sepakbola di Kabupaten Bekasi menjadi lebih berprestasi dibawah naungan Askab PSSI Bekasi. 

Namun miris, anggaran fantastitis itu hanya untuk beli bus operasional ketimbang pembinaan para atlet sepakbola.

Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI (Askab) Bekasi, Hamun Sutisna mengakui bahwa tahun 2020 pihaknya men-setop sejumlah kegiatan. Sehingga dana hibah sebesar Rp800 juta hanya digunakan untuk membeli satu unit bus.

“Tahun 2020 ini tidak ada kegiatan setop. Anggaran kemarin kita gunakan untuk membeli bus, untuk sementera semua kegitaan kita setop. Dan anggaran dana hibah dari KONI diterima cuma Rp 800 juta,” kata Sutisna saat dikonfimasi Cikarang Ekspres, kemarin (11/10).

Ia melanjutkan Askab Bekasi tengah menyeleksi pemain menjelang Porda lantaran babak kualifikasi akan dilaksanakan tahun 2021.

Kata Sutisna, kegiatan Askab tahun ini di antaranya kongres tahunan dan kompetisi -kompetisi. “Karena pademi  Covid-19, untuk sementera semua kegitaan kita off (setop),” tegasnya.

Terkait anggaran yang diterima Askab Bekasi dari KONI, Sutisna mengakui anggaran tersebut telah dialokasikan untuk pembelian satu unit armada bus untuk operasional.

“Kalau anggaran memang rencana kemarin pembelian mobil operasional. mobil bus tersebut akan digunakan para pemain,” ucapnya.

Menurut dia, armada akan digunakan oleh para pemain yang akan akan melakukan pertandingan baik itu SSB maupun club. “Bus tersebut kayaknya buat para pemain SSB dan club. Kitakan ada pertandingan ditingkat Jawa Barat,” tandasnya.

(har/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here