METRO EKSPRES-Relokasi Makam Mede untuk perluasan PT Bekasi Fajar oleh Pemerintah Desa Mekarwangi menuai perhatian banyak pihak. Relokasi boleh dilakukan asal ada persetujuan warga.

Salah satu tokoh agama di Setu, Ustadz Eras Rasidi, menjelaskan pemindahan makam secara umum diperbolehkan, tinggal sebab musababnya dari segi maslahah mursalah. 

“Jika itu untuk kepentingan bisnis, kepentingan personal di situ, kemudian tanah makam yang banyak dimakamkan itu berstatus TKD, lihat dari segi maslahat, manfaat dan mudhorot,” ucap dia. 

Jika manfaat, ucap Eras, untuk siapa kepada siapa, dan jika mudhorot untuk siapa kepada siapa. 

Pria yang juga menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Forum BPD Kabupaten Bekasi itu melanjutkan, dari segi pemerintahan, apakah terdapat peraturan desa yang mengatur pemindahan makam itu. Jika ada, harus ditunjukan kepada publik. 

“Harus ditelisik di (pembuatan) perdes itu, siapa yang hadir, siapa yang setuju, dan siapa yang tidak setuju. Harus ada keputusan kolektif kolegial masyarakat. Kalau bicara soal dalil atau persektif agama, ya tadi, kembali ke sisi kemanfaatan dan kemaslahatannya,” ucap dia. 

Katanya, kalau ahli waris tidak berkehendak, maka tidak ada manfaat. Lanjutnya, bisa jadi bagi salah satu pihak manfaat, tapi bagi pihak lain mudhorot. 

Dia menambahkan berdasarkan dalil pemindahan makam setidaknya ada tiga. 

“Pemindahan dilakukan demi kemasahatan jenazah. Contoh dari hal ini seperti keluar air dari dalam tanah kuburan, Tanah longsor yang membuat makam rusak,” ucap dia.  “Kedua, jenazah dimakamkan di tanah milik orang lain yang belum mendapatkan izin. Ketiga, pemindahan untuk kemaslahatan umum. Contohnya, tanah digunakan untuk masjid, perluasan jalan, atau untuk kebutuhan umum,” demikian dia.

(dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here