**Modus Baru Dalam Karung Jagung, Jaringan Internasional
 
METRO CIKARANG – Bareskrim Polri, Polda Babel dan Bea Cukai Cikarang berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba sebanyak 200 kilogram sabu, yang dikemas dalam karung jagung di Jalan Kampung Pegaulan Nomor 4, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pantauan Cikarang Ekspres, Gudang Dawai Cikarang yang menjadi tempat penyimpanan barang haram tersebut berada di dekat dengan pemukiman warga dan lingkungan pergudangan. 

Meski aktivitas tampak normal. Gudang yang menjadi tempat penyimpanan narkoba sindikat Internasional dari Myanmar itu masih banyak pekerja gudang lainnya yang melakukan aktivitas.
Gudang tersebut kebetulan berdekatan dengan gudang lainnya. Terlihat juga mobil pelaku yang masih berada di dalam gudang. Begitu juga ratusan karung jagung yang masih berserakan.
Modus penyeludupan barang haram  itu disamarkan dengan memasukkan sabu ke dalam karung berisi jagung.
 
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jendral Krisno Siregar mengatakan penyelundupan sabu itu melibatkan jaringan internasional dan disimpan di sejumlah gudang di Jakarta dan Bangka Belitung.

Adapun kronlogis pengungkapan kasus ini berawal pada Selasa (21/7). Di mana, Ditresnarkoba Polda Bangka Belitung menerima informasi dari jasa pengiriman barang antar pulau bahwa ada karung berisikan jagung yang dicurigai.
 
Berbekal informasi tersebut pihaknya mendapatkan barang bukti sebanyak delapan kilogram sabu dari sebanyak 73 karung isi jagung.
 
“Jadi informasi awal dari Polda Babel, pengungkapan yang dilakukan di sana. Lalu berikan laporan ke kami, dan dilakukan penyelidikan,” kata Krisno dalam jumla pers di Gudang Dawai Cikarang, kemarin (29/7).
 
Kemudian, dari hasil interograsi terhadap pihak jasa pengiriman barang, ternyata sebelumnya telah terkirim barang yang sama sebanyak 287 karung ke gudang kawasan TMII Jakarta Timur.
 
Selain itu, pihaknya juga memperoleh informasi tentang seseorang yang mengecek pengiriman dan penerimaan barang di Jakarta.
 
“Dari situ kita koordinasi kerjasama melakukan operasi gabungan dengan Polda Babel dan Bea Cukai,” ungkapnya.
 
Pada Rabu 22 Juli 2020, tim gabungan membagi tim untuk melakukan pengecekan informasi sebanyak 287 karung yang dikirim ke gudang TMII Jakarta Timur dan 60 karung ke Ancol Jakarta Utara.
 
“Tim gabungan kita sebar, kita juga lakukan penyamaran jadi kuli angkut di ekpedisi itu. Sampai akhirnya ditemukan tersangka SC yang bertugas memantau dan mengawasi barang sabu itu,” bebernya.
 
Ketika itu, lanjutnya, tim gabungan masih mengawasi dan berpura-pura sebagai kuli angkut.
Hingga pada Kamis 23 Juli 2020, mendapatkan informasi akan datang kembali seseorang dan meminta barang dikirim ke pergudangan di wilayah Cikarang.
 
Pada saat itu SC juga datang melakukan pengecekan dan membayar biaya pengiriman.
“Tim kita ikuti terus ke gudang itu, langsung di TKP gudang ditangkap SC,” imbuh dia.
 
Hasil pemeriksaan, SC diperintah oleh K yang saat ini DPO.
 
“Tersangka K direncanakan akan datang besoknya, kita awasi dan jebak tapi tidak muncul tidak datang,” kata dia.
 
Sebelumnya, Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu mengatakan 200 kilogram sabu itu berasal dari Myanmar. Rute penyelundupan itu menggunakan jalur laut.
 
Awalnya dari Myanmar menuju Malaysia lalu masuk ke wilayah Kepulauan Riau. Selanjutnya, barang haram itu dikirimkan menuju Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
 
“Ini keberhasilan yang luar biasa bisa ungkap 200 kilogram sabu, berkat kerjasama antara Dittipidana Narkoba Bareskrim Polri, Polda Bangka Belitung dan Bea Cukai,” kata Wahyu saat gelar konferensi pers di Gudang Kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, kemarin.
 
Wahyu mengungkapkan dalam kasus penyelundupan ini tersangka yang ditangkap yakni, SC, A, RS dan YD.
 
Sedangkan satu tersangka lainnya berinsial K masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
“Untuk tiga tersangka sudah lebih dulu ditangkap di Polda Babel, kalau satu tersagka YD ditangkap di gudang Cikarang,” ungkap Wahyu.
 
Wahyu menturkan modus penyelundupan sabu 200 kilogram itu dimemasukkan ke dalam karung berisikan jagung.
 
Total ada 420 karung yang diamankan dari sejumlah tempat berbeda-beda, di wilayah Bangka Belitung, Jakarta hingga Bekasi. “Ada 420 karung, 287 masuk ke gudang di Jakarta Timur, 60 karung di dalam Ancol, di sini ada 73 karung,” jelas dia.
 
Selain dimasukkan ke dalam karung berisikan jagung, modus unik lainnya ialah tidak semua karung berisi jagung itu dimasukkan sabu.
 
Karung jagung yang ada sabunya itu hanya diisi empat kotak. Kemudian sabu itu ditempelkan besi agar mudah dicari menggunakan metal detektor.
“Dalam BB itu sangat unik, satu karung berisi sabu, ditaro metal detektor sehingga dilalukan swab bunyi itu,” tuturnya.
 
Dia menambahkan pihaknya masih terus mengembangkan kasus penyeludupan sabu 200 kilogram ini.
 
Tindakan penyeludupan ini menjadi modus baru dan menjadi pelajaran bagi Polri dan juga Bea Cukai.
 
Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 dan Subsidar pasal 115 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dimana ancamannya semur hidup dan ancaman mati. 

Sekedar diketahui, sehari sebelumnya tangkapan besar narkoba juga dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Selasa (28/7) kemarin. Penggerebekan sabu 200 kg dalam truk besar bermuatan jagung di depan gudang beras di Jalan Prabu Siliwangi, Kecamatan Cibodas, Kota Tanggerang, Banten.

(Cikarang Ekspres)

FAKTA DAN DATA

Penyelundupan Sabu dari Myanmar

  • Tiga tersangka ditangkap SC, A, RS dan YD serta satu pelaku berinsial K masih DPO
  • Modus Operandi menyimpan dalam karung jagung
  • Petugas menyamar jadi juru angkut dan sopir di wilayah Cikarang
  • Barang bukti sebanyak 200 kg sabu dalam 420 karung diamankan dari sejumlah tempat berbeda-beda, yaitu Bangka Belitung, Jakarta hingga Bekasi.
     

Diolah berita Cikarang Ekspres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here