Mahasiswa Tuntut Empat Hal Ini ke Kampus Selama Pandemi

METRO CIKARANG – Pendidikan sejatinya memanusiakan manusia. Namun, apa daya jika biaya untuk sarjana saja begitu mencekik.

Hal itu memggambarkan kekecawan mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB) yang harus mengeluarkan banyak biaya lantaran tidak ada keringanan biaya kuliah.

Pantauan di lapangan, dalam isi tuntutan para mahasiswa didalam spanduk bertuliskan, cashback UPB mencekik dan UPB darurat demokrasi serta bebaskan UKT 30 persen.

Koordinator Aksi, Weni Kaselia mengungkapkan jika tak sedikit mahasiswa yang tidak mampu membayar kuliah di Kampus Pelita Bangsa. Kondisi tersebut dipengaruhi masa pandemic covid-19.

“Ya jadi kami meminta pihak kampus agar ada keringanan biaya kuliah, kami sebagai pelajar juga terkena dampak dari covid-19 ini, terutama masalah keuangan,” jelas Weni dalam aksi unjuk rasa di depan kampus tersebut, kemarin (30/6).

Dia mengakui, kampus Pelita Bangsa tidak peka dengan kondisi mahasiswa di masa Covid. Iuran kuliah tetap saja diberlakukan seperti hari biasanya. “Kami kuliah ada yang sambil kerja ada yang juga dari orang tua, tentunya mereka yang kerja juga terasa sekali ada yang dirumahkan dan mereka yang dari orang tua juga, perekonomian keluarganya terganggu,” jelasnya.

Sebagai lembaga pendidikan, Weni meminta agar kampus Pelita Bangsa tak melulu mengedepankan pendidikan sebagai lahan bisnis. Tetapi juga harus peka dengan kondisi saat ini dimana dampak penyebaran virus asal Wuhan Cina itu menggangu semua sector ekonomi.

“Jadi pihak kampus lebih peka, kami bukannya tidak mau bayar kuliah tetapi kondisi saat ini yang membuat kami menjerit dan ingin biaya kuliah lebih diringankan,” harapnya.

Adapun empat tuntutan yaitu pengurangan biaya SPP 30 persen selama pandemi Covid19, buka transparansi anggaran kampus, libat mahasiswa dalam setiap pengambilan kebijakan serta buka ruang demokrasi untuk seluruh aktivitas akademika.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi mengakui tidak bisa berbuat banyak mengenai persoalan yang dihadapi mahasiswa Pelita Bangsa. Sebab, kebijakan meringankan biaya kuliah termasuk domain kampus.

“Ya itu kebijakan kampus untuk meringkankan biaya mahasiswanya, kami tidak bisa berbuat banyak kecuali kalau ada anggaran dari pemerintah daerah ke kampus, mungkin kami bisa menekan agar biaya kuliah di ringankan,” jelasnya.

Politisi PKS itu juga mengakui jika ada bantuan dari pemerintah pusat untuk mahasiswa dengan jumlah 4100 bantuan. Namun bantuan tersebut untuk seluruh mahasiswa di Indonesia. “Ya kalau dibagi-bagi mendapat berapa? Dan itu pun harus dari kampus yang meminta bantuan tersebut ke pemerintah pusat,” katanya.

Meski begitu, Rusdi menilai jika pendidikan harus mengedepankan rasa kemaunisaan dimana tidak hanya mengedepankan lahan bisnis saja. “Kita serahkan ke pihak kampus untuk tuntutan mahasiswa itu,” tandasnya. 

(har/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here