METRO CIKARANG – Di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, memberikan pembangunan dan pelayanan secara maksimal. Justru berbanding terbalik dengan Bagian Umum Setda setempat yang diduga kurang merawat bangunan yang sudah ada di lingkungan pemkab.

Satu di antaranya, gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Di mana, dinding tembok rapuh sudah banyak terkelupas hingga lampu-lampu mati.

Padahal, biaya perawatan gedung bupati hingga gedung OPD lainya menelan angka Rp 600 jutaan.

Pantauan Cikarang Ekspres, selama sepakan ini, gedung-gedung OPD banyak tidak tersentuk perawatan. Baik kamar mandi hingga tempat pelayanan masyarakat.

Kepala Disdukcapil, Hudaya pun mengeluhkan kondisi kerusakan gedung tempatnya bekerja hingga pelayanan administrasi kependudukan. Kata dia, pihaknya sudah mengusulkan untuk perbaikan maupun perawatan gedung kerjanya.

Namun apa daya ditolak oleh Bagian Umum dengan alasan terkena refocusing Covid-19.

“Sudah saya ukur kerusakannya dan saya ajukan ke Bagian Umum Setda untuk perbaikan gedung. SUdah senang mau ada perbaikan walpaper ruangan, tiba-tiba staf bilang engga jadi pak perbaikannya karena tidak ada anggarannya,” tutur Hudaya.

Lantaran kesal tidak dikerja-kerjakan oleh Bagian Umum, mau tak mau untuk menutupi kerusakan ruangannya pihak Disdukcapil pun melakukan pengecatan sendiri pada tembok yang rapuh itu.

Menurut Hudaya, seharusnya penanganan kerusakan maupun perawatan gedung bukan lah tugas OPD namun Bagian Umum Setda. Apalagi, anggaran Disdukcapil tidak mengcover hal itu.

Hudaya juga mengakui ada sejumlah fasilitas penerangan di OPD tidak menyala. “Kita tidak menangani hal itu karena masuk Bagian Umum. Anggaran OPD Disdukcapil tidak mengcover hal itu,” tegasnya.

Tak hanya fasilitas tak enak dipandang, fasilitas yang dapat membahayakan nyawa orang terutama anak kecil juga tak ditangani.Seperti kerusakan pada cover saluran u-ditch yang hancur dan tak tertata dengan baik. Sehingga dapat menyebabkam kecelakaan dan merugikan banyak orang yang lalu lalang di Pemkab Bekasi.

Diketahui bahwa cover u-ditch sudah bobrok sebulan lebih lamanya namun tak ada perbaikan sama sekali.

Masyarakat yang sedang mengurusi dokumen di Pemkab Bekasi, Eni Setiawati (36) mengatakan, memang masih ada ruang banyak untuk jalan tapi bila sudah padat bisa saja terjadi jatuh korban ke selokan yang terbuka itu (cover u ditch).

Bukan hanya saja membahayakan, kata Eni, tidak enak dipandang dan dihirup. Selain rusak terkadang air selokan di cover u ditch membuat bau tak sedap.

“Bau, air dari dalam kantor, tukang dagang minuman, juga orang buang ludah kecampur aduk. Untungnya tidak lagi musim penghujan, pasti kayanya banjir dan air di selokan itu meluap,” pungkas dia.

Hingga berita ini diturunkan, Kabag Umum Sofyan Hadi tak bisa bisa dihubungi wartawan.

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here