METRO CIKARANG – Sebanyak 23 desa di Kabupaten Bekasi menjadi lokasi fokus (Lokus) program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) penanganan stunting pada tahun 2020.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Holilah Eka Supria Atmaja dalam kegiatan Pembinaan Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Pembentukan Kader Stunting di Hotel Java Palace, Cikarang Utara, Rabu (24/6).

Ia juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran para kader pembangunan masyarakat (KPM) dari setiap desa yang ada di Kabupaten Bekasi yang juga merupakan peserta dalam kegiatan itu.

“Saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran para KPM disini yang juga mendukung aksi dalam penanganan stunting di Kabupaten Bekasi. Semoga kerja sama kita dalam menurunkan angka stunting di 23 lokus dapat berjalan sesuai rencana,” ucap Holilah

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Sri Enny Mainiarti mengatakan bahwa masalah stunting yang ada di Kabupaten Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) saja, namun menjadi tanggung jawab bersama.

“Masalah stunting ini merupakan masalah dan tanggung jawab kita bersama. Ada beberapa unsur yang terlibat seperti unsur masyarakat, pemerintah, pendidikan, bahkan unsur media,” ucapnya

Dirinya menjelaskan, tim dari Bahan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi bersama dengan konsultan telah menetapkan 23 Desa di Kabupaten Bekasi yang menjadi lokus dari penanganan stunting itu sendiri.

“Ada kriteria yang dilihat bersama oleh Bappeda dan konsultan yang sudah ditetapkan, bahwa masalah stunting tetap menjadi prioritas di Indonesia. Sebenarnya terlihat biasa, tapi nanti akan menjadi luar biasa jika angka stunting ini setelah di intervensi ternyata tidak menurun,” jelasnya

Tidak hanya itu, Sri juga mengatakan 1.000 hari kehidupan pertama pada anak merupakan salah satu hal yang terpenting dalam penanganan stunting. Jangan sampai para orang tua kehilangan momen pertumbuhan anak-anaknya.

“Bahkan sejak dini ketika ibu-ibu akan program memiliki anak sampai anak usia dua tahun, itu harus dikawal dengan benar. Anak-anak dikatakan sudah makan dengan baik apabila gizinya sudah seimbang, jadi kalau hanya makan kue, roti atau bakso itu belum dikatakan makan dengan benar,” ucapnya

Diakhir dirinya meminta adanya kerjasama agar apa yang di cita-citakan bersama untuk pertumbuhan anak-anak di Kabupaten Bekasi dapat lebih baik kedepannya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tiga orang narasumber yakni, A. Imam Almuttaqin dari Tim Local Goverment Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction (LGCB-ASR) Regional 2 Bangda Kemendagri, Ade Wahid dari Tim Percepatan Anak Kerdil (stunting), Sekretariat Wakil Presiden (TP2AK Setwapres RI), dan Teny Hernawati dari Kepala Bidang Kesmas Kabupaten Cianjur.

(Hayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here