METRO CIKARANG – Menjelang di helatnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang tinggal menghitung hari. Panitia beserta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) melakukan rapid tes.

Hal tersebut merupakan salah satu peraturan yang wajib di lakukan. Mengingat Pilkades kali ini di lakukan dimasa pandemi virus korona atau Covid-19.

Sebelumnya sebanyak 56 calon kepada desa (Calkades) sudah melakukan tes sweb di Bapelkes, Jababeka, Cikarang Utara, beberapa hari yang lalu.

Kini, giliran Panlih dan KPPS melakukan rapid tes di tiap desanya masing-masing. Salah satunya Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan.

Kepala UPTD Puskesmas Cikarang Selatan dr. Adi Pranaya mengatakan, sebanyak 110 KPPS dan 2 Calkades  akan menjalani rapid tes dan swab dengan melibatkan 7 orang tenaga medis dari Puskesmas Cikarang Selatan.

“Jadi prinsipnya adalah dari kami berupaya dalam protokol kesehatan Pilkades di Desa Ciantra dengan 22 TPS dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) hampir 20.000 orang, kita berharap jangan sampai ada resiko penularan virus korona. Langkah pertama kita harus menjamin KPPS itu sehat,” kata Adi kepada Cikarang Ekspres, Rabu (9/12).

Adi menjelaskan, jika hasilnya negatif dan hasil swab nya tidak ada yang positif, hari Minggu di nyatakan untuk KPPS aman. 

“Setelah itu baru Prokes yang lain di terapkan, seperti kerumunan dan lainnya. Tujuan nya adalah untuk mencegah penularan Covid-19,” jelasnya.

” Kalau ada KPPS yang positif tentunya prosedurnya harus di lakukan isolasi mandiri atau di bawa ke wisma isolasi dan harus di ganti,” sambungnya.

Selain itu, dalam 22 TPS terdapat masing-masing TPS 1 bilik khusus buat orang yang ada resiko demam. 

” Kita juga menugaskan setiap TPS menugaskan 1 kader kesehatan dan 1 petugas puskesmas. Di tiap-tiap TPS jadi dua orang,” ujarnya.

(mil/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here