foto ILUSTRASI

METRO CIKARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, bakal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pengelola galian C di RT 04/14 Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah. Pasalnya, pengelola bandel tak hadir saat pemanggilan.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Bekasi, Kedarudin kepada Onlinemetro, Senin (7/9).

“Rencananya hari ini (kemarin,red) kita akan turun ke lokasi untuk memberikan surat panggilan kedua. Tapi karena ada rapat maka kemungkinan besok (selasa,red) kita ke lokasi bersama pak lurahnya juga (PJ),” kata dia.

Kedarudin mengaku bahwa surat pemanggilan pertama sudah dilayangkan namun pengelola tidak hadir. 

“Kalau surat penggilan yang kedua tidak datang juga. Iya kita serahkan ke provinsi,” tegas dia.

Meski begitu, sambung Kedarudin, pihaknya tidak pernah menerima laporan dari desa terkait adanya galian pasir sedot.

“Yang saya terima laporan terkait galian tanah, bukan pasir, tapi bisa saja itu mengarahnya ke galian pasir juga” jelas dia.

Sebelumnya di beritakan bahwa lokasi galian pasir sedot di Desa Wibawamulya Rt 04/14 Kecamatan Cibarusah, didemo emak-emak viral di media sosial (medos). Dalam video tersebut ibu-ibu meminta galian pasir sesot tersebut ditutup karena dinilai menjadi biang kerok air di wilayahnya berkurang.

“Sejak adanya galian pasir tersebut air jadi berkurang. Dan jalan makin rusak, kalau jalan rusak transportasi juga susah, itu keluhan utamanya,” tegas Jumanah dalam video tersebut.

Sebelumnya juga sudah ada musyawarah dengan pengembang namun tidak ditanggapi.

“Nah setelah musyawarah lumayan banyak orang tapi tidak ditanggapi sama yang punya peranan. Ini tanah punya H. Arman tapi yang punya alat H. Ubis,” ungkap salah satu ibu-ibu yang melakuakan aksi demo.

(mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here