METRO KARAWANG – Sudah lebih dari 8 pekan, Indonesia menghadapi pandemi wabah Covid-19. Banyak sekali segala aktifitas menjadi sangat terbatas, khususnya para pekerja yang tidak sedikit kehilangan mata pencaharian saat pandemi ini terjadi. 

Pandemi ini bukan saja menjadi masalah pemerintah atau segelintir masyarakat, namun pandemi adalah masalah yang harus dilawan bersama. 

Pupuk Kujang menaruh perhatian sangat serius pada upaya penanggulangan Covid-19 di sekitar perusahaan dan juga wilayah Jawa Barat lainnya. 

Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang Ratu Pagih memastikan bahwa stok pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam, di wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah pasca Ramadan aman hingga dua bulan kedepan. 

Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri BUMN yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE-1/MBU 03/2020 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). 

Dalam arahannya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar PT Pupuk Indonesia (Persero) yang merupakan holding Pupuk Kujang harus menjaga ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

Ratu mengimbau para distributor, pemilik kios maupun karyawan produsen pupuk untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti anjuran pencegahan penyebaran virus Covid-19 sehingga para petani juga terlindungi.

“Dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini, PT Pupuk Kujang secara aktif memonitor penyaluran pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6 T (Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis & Tepat Waktu,” ungkap Ratu

Sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan, tapi pada praktiknya, PT Pupuk Kujang menyiapkan stok mencukupi untuk dua bulan ke depan bahkan lebih. Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam ataupun kondisi wabah yang saat ini sedang terjadi.

Ratu  menjelaskan, sampai saat ini, stok urea  untuk Jawa Barat, Banten & sebagian Jawa tengah mencapai 116.781 ton atau 1.212% dari ketentuan. Untuk NPK stoknya mencapai 6.794  ton atau 109% dari ketentuan.  Sedangkan pupuk organik  stoknya  mencapai 8.557 ton atau 258% dari ketentuan.

Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini guna mempersiapkan musim tanam yang akan berlangsung pada bulan April – September.

Sementara  itu  pencapaian  Realisasi  penyerapan  pupuk  urea  bersubsidi  di  Jawa Barat ,Banten & sebagian Jawa tengah  sampai  dengan  25 Mei 2020,  mencapai  299.839 ton  jumlah  itu  setara  dengan  58%  dibandingkan  kebutuhan  Dinas  Pertanian  sebanyak  515.664 ton. 

Untuk diketahui PT Pupuk Kujang memproduksi urea dengan kapasitas 1.140.000 ton per tahun, pupuk NPK 200.000 ton per tahun ,pupuk organik 20.000 ton per tahun. Angka tersebut melebihi kebutuhan pupuk untuk di wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah selama satu tahun berdasarkan ketentuan.

(Firmansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here