METRO KALIANDA – Beberapa aset PTPN VII yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan diendors oleh Bupati Nanang Ermanto untuk kerja sama. Dua nama yang disebut Nanang adalah Pantai Teluk Nipah di Kecamatan Kalianda dan lahan di Kecamatan Tanjungbintang untuk didirikan rumah sakit.

Harapan sinergi itu disampaikan bupati yang meneruskan masa jabatan Zainudin Hasan itu saat pertemuan perkenalan Direksi baru PTPN VII di Kantor Bupati Lamsel, Selasa (23/6).

Hadir pada kesempatan itu, Direktur PTPN VII yang baru dilantik akhir Mei 2020 lalu, Doni P. Gandamihardja bersama tiga Senior Executive Vice President (SEVP).

“Kami perlu melaporkan kepada Pak Bupati. Susunan Direksi di PTPN VII sekarang berubah. Kalau dulu ada Direktur Utama dibantu beberapa Direktur Bidang, sekarang hanya ada satu Direktur dibantu tiga SEVP. Strata SEVP sama dengan Direktur Bidang, hanya beda sebutan dan pola atau garis kordinasinya saja,” kata Doni.

Doni langsung memperkenalkan tiga SEVP di PTPN VII. Yakni, Okta Kurniawan sebagai SEVP Business Support, Fauzi Omar sebagai SEVP Operation I yang mengurusi komoditas kelapa sawit dan teh, serta Dicky Tjahyono sebagai SEVP Operation II dengan komoditas karet dan tebu.

Dalam kunjungan ini, Doni membawa manajemen PTPN VII hampir lengkap. Tampak hadir, Kabag Satuan Pengawas Internal Agus Faroni, Sekretaris Perusahaan Arif Syaifudin Zuhri, Kabag UKB Yessy Plofesi, Kabag PST Yulianto, dan Manajer Unit Kedaton Willy Mulyawan.

Kepada direksi baru, Bupati yang rumah pribadinya bersebelahan dengan Kebun PTPN VII Unit Kedaton itu mengaku sangat kenal dengan PTPN VII. Ia mengatakan sejak kecil sudah bergaul dengan budaya kebun maupun manajemen perusahaan nasionalisasi dari aset Pemerintah Hindia Belanda itu.

“Saya tinggal di rumah yang bersebelahan dengan kebun PTPN VII. Jadi, saya tahu persis. Oleh karena itu, ke depan saya ingin bersinergi dengan PTPN VII dalam hal optimalisasi aset. PTPN VII punya Pantai Teluk Nipah yang kalau menurut saya itu “Bali”-nya Lampung. Kita kembangkan bersama investor,” kata dia.

Selain itu, Nanang juga menyampaikan kepada manajemen PTPN VII tentang rencana membangun rumah sakit daerah untuk melayani masyarakat Lamsel yang berada di wilayah utara. Dalam hal ini, kata Nanang, pihaknya meminta kesediaan PTPN VII yang memiliki lahan di Kecamatan Tanjungbintang untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

“Kami akan membangun rumah sakit daerah di wilayah Utara. Lokasinya sekitar Tanjungbintang. Kami berharap PTPN VII bisa memberikan hibah sedikit lahan untuk keperluan itu. Kalau tidak bisa hibah, ya minimal kita bisa kerja sama,” kata dia.

Bukan hanya dua topik, berbagai hal yang menyangkut PTPN VII juga dibahas. Dari soal keamanan, penyelesaian sengketa lahan, hingga soal corporate social responsibility yang mengemuka dalam diskusi yang hangat itu. Namun demikian, Nanang sangat paham dengan kondisi PTPN VII yang sedang kurang sehat akibat iklim usaha agro yang sedang mendung.

Menanggapi Nanang, Doni P. Gandamihardja menyambut baik beberapa topik diskusi. Ia mengatakan, untuk berbagai bentuk kerja sama, termasuk dengan Pemda atau pihak ketiga, pihaknya bisa mengakomodasi dengan berbagai persyaratan. Namun untuk pemindahan hak aset, kata dia, kewenangan ada pada pemegang saham.

“Kalau untuk bentuk kerja sama, kami sebagai operator bisa mengambil keputusan-keputusan strategis, tetapi tetap mengacu kepada kondisi perusahaan dan aturan lainnya. Tetapi kalau pengalihan hak aset, terutama lahan, itu kewenangan holding (PTPN III Holding Company),” kata Doni.

Doni melanjutkan, pihaknya memang sedang konsentrasi untuk memperbaiki kinerja untuk menyehatkan posisi perusahaan. Dalam hal ini, perbaikan secara menyeluruh di internal menjadi fokus. Dan lebih spesifik lagi kepada proses penggalian produksi.

Namun demikian, pihaknya dalam rangka recovery juga membuka bentuk kerja sama dengan pihak ketiga. Ia menyebut setidaknya ada dua kerja sama dengan pihak ketiga dalam upaya peningkatan manfaat aset. Yakni, kerja sama pengelolaan kebun dan pabrik teh milik PTPN VII di Pagaralam, Sumatera Selatan dan pengelolaan pabrik kelapa sawit di Talopino, Bengkulu.

“Dalam rangka optimalisasi aset, kami kerja sama dengan PT Chakra untuk mengelola teh di Pagaralam. Juga ada pengelolaan pabrik kelapa sawit di Talopino Bengkulu dengan PT Bengkulu Sawit Lestari (BLS),” kata dia.

Usai audiensi dengan Bupati, jajaran Direksi PTPN VII mengunjungi Pantai Teluk Nipah yang berada di Kalianda. Lahan yang berupakan bagian dari Kebun Karet Unit Bergen Afdeling Kalianda itu sangat potensial untuk pengembangan pariwisata.
Masih dalam areal Afdeling Kalianda, Doni dan kawan-kawan juga menginspeksi operasional PT Optima Nusa Tujuh (ONT), anak perusahaan PTPN VII yang mengeksploitasi batu basal. Deposit batu hitam di lokasi ini sangat besar sehingga bisa dioptimalkan agar menjadi sumber pendapatan perusahaan.

(Hayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here