METRO BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat meniadakan open house untuk warga pada Idul Fitri di tengah pandemi covid-19. Hal ini seiring terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah disebar ke masyarakat, mengenai pelaksanaan Idul Fitri 1441 Hijriah.

Di mana, salat Idul Fitri pada tahun ini akan dilaksanakan tetap dengan kepatuhan dari protokol kesehatan yang berlaku yang dilaksanakan di zona hijau pada tiap kelurahan yang ada di Kota Bekasi.

Namun untuk zona merah pada tiap kelurahan yang masih ada, ditetapkan untuk salat Idul Fitri di rumah, dan tidak bisa ke daerah yang dinyatakan zona hijau karena adanya tim pengawasan dari tiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effe dk mengatakan bahwa pada masa pandemi ini dalam nuansa bulan suci Ramadan sangatlah berbeda dari tiap tahun-tahun yang telah dijalani. Misalnya seperti kegiatan halal bi halal antar warga juga ditiadakan mengingat penyebaran mata rantai virus Covid 19 sangat berbahaya. Usai salat id pun diusahakan untuk berkumpul dirumah saja tidak ada keliling wilayah rumah.

Bahkan, open house untuk warga yang seperti biasa tahun-tahun sebelumnya berdatangan ke kediaman Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota Bekasi ditiadakan.

“Warga hanya cukup mengucapkan via Whatsapp ataupun via SMS untuk mengucapkan mohon maaf lahir batin. Pastinya kita tahu semua bahwa pandemi ini menyita waktu kita untuk berjabat tangan, bersilaturahmi ataupun bersungkeman dengan sesepuh, akan tetapi memang sudah sewajarnya dalam hal memutus penyebaran mata rantai Covid ini,” tegas Rahmat, Sabtu (23/5).

Berbeda dalam tahun-tahun sebelumnya, suasana kediaman rumah Wali Kota Bekasi maupun Wakil Wali Kota Bekasi yang sangat ramai untuk warga silaturahmi mencicipi makanan yang tersedia namun tidak diperbolehkan pada tahun ini.

“Pastinya, sangat sedih, tapi jika kita mengijinkan untuk open house dalam lebaran ini kita telah melanggar ketentuan dari pusat, dan sangat berbahaya jika kita tetap mengadakan, demikian para warga harap maklum,” jelas Ketua DPD Golkar Kota Bekasi ini.

Hal senada diutarakan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono. Ia mengakui momen-momen spesial seperti lebaran ini yang seharusnya bisa menikmati bersama opor ayam dan ketupat di kediamannya tidak bisa dirasakan pada tahun ini. Ini dilakukan agar melepas mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Bekasi.

“Untuk menjaga kesehatan dalam diri kita, tetap melaksanakan protokolan kesehatan dalam nuansa lebaran tahun ini, cukup membalas pesan via WA ataupun sekedar telepon sebagai pengganti jabat tangan kita, semoga warga paham akan hal tersebut,” tukasnya.

(Naldhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here