METRO BEKASI – Gejolak jual-beli aset kantor DPD Partai Golkar Bekasi di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kembali memanas.

Wajar saja, Andy Iswanto Salim selaku pembeli pihak ketiga menyeruduk kantor berlambang Pohon Beringin tersebut. Dirinya pun berencana melaporkan jual beli aset ke Mabes Polri.

Kepada wartawan Andy Salim mengaku hanya ingin memperjuangkan haknya dan menuntut kepastian hukum.

“Saya hanya mau buka mata banyak orang, biar semua orang-orang pada tahu dan bisa menilai sendiri bahwa ternyata semua kebaikan dan dukungan orang-orang baik dan benar tidak bernilai dimata RE,” tegas dia, Senin (7/7).

Andy Salim mengaku sudah mengikuti dan melakukan semua kemauan dan saran yang pernah diajukan pihak penjual seperti masa Pilkada Kota Bekasi lalu.

“Itu itu semua saya lakukan demi menjaga marwah dan keberhasilan Partai Golkar di Kota Bekasi tapi hingga saat ini saya malah dipermainkan,” bilang dia.

Rahmat Effendi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang juga Wali Kota Bekasi, tambah Andy Salim mengaku sudah buat statement dan pengakuan bahwa aset itu sudah beralih ke dirinya. Di mana, proses jual beli ini sudah sejak tahun 2004 lalu.

“Sebelum terjadi tranksasi penjualan sudah ada keputusan bersama antar kedua DPD pada 13 September 2004. Lalu diperkuat di rapat pleno dimasing-masing DPD pada 1 Oktober 2004 dan 25 Oktober 2004 terjadi lah jual beli aset DPD Partai Golkar dengan notaris Ny. Rosita Siagian, SH,” jelas dia.

Andy Salim mengaku kaget saat digugat DPD Golkar Kota Bekasi yang diperkuat dentan putusan perdamaian Nomor 41/pdt.g/2015/PN Bekasi yang isinya bahwa DPD Partai Golkar ingin mengembalikan uang.

“Saya dengan masa waktu yang sudah disepakati bersama dan ternyata mereka tidak menepati, yang anehnya mereka gugat kembali dan kalah sampai banding pun tetap kalah sampai Inkrach,” terang dia.

Andy pun menilai bahwa tindakan pengurus DPD Golkar Bekasi tidak amanah dan bisa merugikan kelangsungan Partai Golkar. Pasalnya, pemimpin yang tidak dapat menempati janjinya dan tidak taat hukum.

“Saya akan terus berjuang untuk menegakkan kebenaran demi sebuah kepastian hukum, saya akan menuntut semua pihak yang sudah terbukti merugikan saya. Ini sudah dzolim dan konyol kok Golkar Bekasi kembali menggugat saya di PN Bekasi dengan dalil bahwa mereka tidak pernah merasa memiliki asset yg sudah mereka perjual belikan dengan saya,” urai dia.

“Bahkan lawyer malah mempersilahkan saya untuk melapor ke polisi. Jadi saya melaporkan ke Polda Metrojaya dengan nomor laporan LP/3887/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ,” tegas Andy.

Selaian RE , Andy Salim juga ikut melaporkan AM, Abd. H, Nir F yang juga ikut terlibat dalam penjualan asset dan tidak tertutup untuk pihak-pihak lain yang belum disebutkan.

“Laporan tersebut terkait penipuan dan atau penggelapan dan atau memberikan keterangan palsu kedalam akta otentik,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Abdul Manan selaku Dewan Pembina Partai Golkar Kota Bekasi mengakui kalau gedung DPD Golkar Kota Bekasi sudah terjadi kesepakatan jual-beli.

(Naldhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here