METRO BEKASI – Pandemi Covid – 19 di Indonesia belum berakhir, namun sebagian masyarakat harus tetap menjalankan aktivitas diluar rumah.

Berangkat dari hal tersebut, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mrncuci tangan dengan sabun.

Sebagai pemberi layanan publik, BPJS Kesehatan juga menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan fungsinya. Alur pelayanan administrasi kepesertaan dikanyor cabang diatur sedemikian rupa untuk mencegah penyebaran Covid – 19.

“Kami sudah melakukan penyesuaian untuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Karena tidak bisa dipungkiri, meskipun di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat tetap berbondong – bondong datang ke kantor cabang untuk mendapatkan pelayanan administrasi kepesertaan,” kata Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Bekasi, Zuamah, saat kegiatan Ngopi bareng JKN bersama media di Bandar Djakarta, Jumat, (25/9).

Adapun salah satu upaya untuk mengurangi terjadinya kerumunan dengan mengubah tampilan alur pelayanan di kantor cabang. Menurut Zuamah, sebelum memasuki kantor cabang, petugas BPJS Kesehatan akan melakukan pengukuran suhu tubuh peserta/calon peserta JKN-KIS yang tentunya wajib menggunakan masker dan jika memenuhi kriteria, dilanjutkan mencuci tangan dengan sabun ditempat yang disediakan.

BPJS Kesehatan pun mengatur posisi berdiri peserta/calon peserta JKN-KIS yang sedang menunggu untuk mendapatkan pelayanan.

Mengubah tampilan alur di kantor cabang ternyata tidak cukup untuk mengurangi kerumunan dikantor cabang. BPJS Kesehatan pun melakukan terobosan untuk membatasi pelayanan administrasi kepesertaan di kantor cabang tanpa melalui tatap muka dengan memanfaatkan teknologi.

“Di masa pandemi ini kami dituntut unyuk melakukan adaptasi. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, kami membuka kanal pelayanan administrasi kepesertaan melalui aplikasi Whatsapp. Masyarakat di wilayah kerja kantor cabang, dapat menghubungi nomor yang berbeda ditiap kantor cabang,” ujarnya.

Terobosan tersebut lanjutnya, diberikan nama Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp). Ada 9 pelayanan yang dapat dilayani melalu Pandawa. Peserta/calon peserta dapat mengirimkan format dengan memasukkan kode layanan yang diinginkan.

“Efek adanya Pandawa ini sangat signifikan. Jumlah tatap muka menjadi sangat berkurang dan sejalan juga dengan jumlah kerumunan turut berkurang. Tentunya kendala dalam penerapan Pandawa ini ada karena sebaik apapun suatu sistem pasti akan ada evaluasi. Kami akan berusaha untuk mengatasi kendala – kendala tersebut,” ungkapnya.

Sekedar informasi, Jauh sebelum pandawa dikembangkan, BPJS Kesehatan sudah memiliki kanal pelayanan administrasi tanpa tatap muka. Kanal-kanal tersebut antara lain aplikasi Mobile JkN, BPJS Kesehatan Care Center 1500400, dan CHIKA (Chat Assistant JKN) melalui nomor Whatsapp 08118750400.

(Naldhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here