METRO KARAWANG – Delapan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat daerah pemilihan Karawang – Purwakarta, benar-benar marah besar akibat langkanya pupuk.

Mereka adalah Rahmat Hidayat Djati (F-PKB), Sri Rahayu Agustina (F-Golkar), Gina Fadila Swara dan Ihsanudin (F-Gerindra Persatuan). Lalu, Sabil akbar (F-NasDem), Abdul Hadi Wijaya (F-PKS), Iis Turniasih (F-PDIP), Toto Purwanto Sandi (F-Demokrat).

Kemarahan para wakil rakyat Jawa Barat itu bukan tanpa sebab. Usut punya usut, Karawang merupakan lumbung pangan nasional kedua setelah Kabupaten Indramayu. Ditambah, Karawang juga daerah yang memiliki produsen pupuk subsidi yaitu Pupuk Kujang. Apakah Pupuk Kujang terancam bangkrut?

“Di saat musim tanam para petani membutuhkan pupuk sementara terjadi kelangkaan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati, Selasa (25/8).

Menurutnya, kelangkaan ini bukan terjadi kali ini saja, tapi selalu berulang setiap musim tanam. Oleh karenanya, dia meminta agar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menindaklanjuti persoalan tersebut secara cepat.

“Hal ini selalu berulang mohon kepada semua pihak terutam bapak gubernur Jawa Barat ikut memperhatikan urusan penting ini,” pintanya.

Terlebih, sambung Rahmat, Karawang sampai saat ini merupakan lumbung padi dan ironisnya produsen pupuk subsidi juga ada di Kabupaten Karawang yakni PT Pupuk Kujang.

“Mengingat pabrik Pupuk Kujang milik BUMN juga terdapat di Kabupaten Karawang wilayah provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

(Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here